Oraganization

Nada Dawai Komunitas
Anak Semarang
  • Nadhesico
  • Girilaya

    Kegetiran

    Saat aku memejamkan mata ini Yang terlintas Hanya bayang wajahmu saat malam kian makin sunyi. membuat aku makin rindu padamu... Resah Tiap malam selalu menghantui dan selalu terbayang dibenakku akan kah kau selalu ingat akan diriku dan semua kenangan yang telah kita lalui...

    I always expect forgiveness from you

    Arti dari Mazhab

    Mazhab (bahasa Arab: مذهب, madzhab) adalah istilah dari bahasa Arab, yang berarti jalan yang dilalui dan dilewati, sesuatu yang menjadi tujuan seseorang baik konkrit maupun abstrak. Sesuatu dikatakan mazhab bagi seseorang jika cara atau jalan tersebut menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah

    Encuesta

    Pengikut

    Admin Control Panel

    | new post | Edit Post | Setting | Edit Layout | Edit HTML | Log In

    Kisi-Kisi Masjid Agoeng Jawa Tengah

    *A. Selayang Pandang*

    Masjid Agung Jawa Tengah merupakan salah satu masjid termegah di Kota
    Semarang, Jawa Tengah. Masjid yang memiliki arsitektur indah ini
    dibangun pada tahun 2001 di area seluas kurang lebih 10 hektar. Kompleks
    masjid ini terdiri dari bangunan utama seluas 7.669 m^2 dan halaman
    seluas 7.500 m^2 .



    Ide pertama pembangunan masjid ini berasal dari Gubernur Jawa Tengah,
    Mardiyanto, yang didukung oleh para tokoh agama dan masyarakat setempat.
    Pembangunan masjid ini membutuhkan waktu 5 tahun, dimulai pada tahun
    2001 dan baru diresmikan pada tahun 2006 oleh Presiden Republik
    Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Peresmian itu ditandai dengan
    penandatanganan prasasti setinggi 3,2 m dan berat 7,8 ton yang terletak
    di depan masjid. Prasasti tersebut terbuat dari batu alam yang berasal
    dari lereng Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah.


    *B. Keistimewaan*

    Selain sebagai tempat ibadah yang dapat menampung sekitar 15.000 jamaah,
    Masjid Agung Jawa Tengah juga merupakan obyek wisata pendidikan, religi,
    pusat pendidikan, dan pusat aktivitas syiar Islam. Dengan berkunjung ke
    masjid ini, wisatawan dapat melihat keunikan arsitektur masjid yang
    merupakan perpaduan antara arsitektur Jawa, Arab, dan Roma.

    Arsitektur Jawa nampak pada beberapa bagian, misalnya pada bagian dasar
    tiang masjid yang berhiaskan berbagai bentuk batik seperti /tumpal, untu
    walang, kawung,/ dan /parang-parangan/. Kemudian dinding masjid yang
    berhiaskan kaligrafi merupakan hasil adopsi nuansa arsitektur khas dari
    Timur Tengah (Arab). Selain itu, Masjid Agung Jawa Tengah juga mencontoh
    arsitektur bangunan Masjid Nabawi yang terdapat di Kota Madinah. Hal ini
    terutama tampak pada 6 payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan
    menutup secara otomatis yang berada di halaman masjid. Payung yang dapat
    melindungi jamaah dari panas dan hujan itu jarang terdapat di
    masjid-masjid lain. Masjid ini juga sedikit dipengaruhi gaya arsitektur
    Roma. Gaya itu nampak pada desain interior dan lapisan warna yang
    melekat pada sudut-sudut bangunannya.

    Selain bangunan utama masjid yang luas dan indah itu, terdapat juga
    bangunan pendukung lainnya. Bangunan pendukung itu di antaranya:
    auditorium di sayap kanan masjid yang dapat menampung kurang lebih 2.000
    orang, sedangkan pada sayap kirinya terdapat perpustakaan dengan sistem
    digitalisasi dan ruang perkantoran yang disewakan untuk umum. Halaman
    utama masjid ini juga dapat menampung jamaah sebanyak 10.000 orang.

    Keistimewaan lainnya, di area masjid ini juga dilengkapi dengan Menara
    /Asmaul Husna/ atau sering di sebut Al Husna Tower dengan ketinggian
    kurang lebih 99 m sesuai jumlah nama-nama Allah. Menara megah yang
    terletak di sudut barat daya masjid tersebut melambangkan kebesaran dan
    kemahakuasaan Allah. Pada bagian atas menara juga dilengkapi dengan lima
    buah teropong pandang. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati udara
    yang segar sambil melihat indahnya Kota Semarang dan kapal-kapal yang
    sedang berlalu-lalang di pelabuhan Tanjung Emas Semarang melalui
    teropong yang tersedia. Pada tahun 2007, menara ini juga pernah
    digunakan sebagai tempat untuk menentukan awal bulan Ramadhan oleh para
    tim Rukyah dari daerah Jawa Tengah. Di menara ini juga terdapat studio
    radio dakwah Islam yang sering digunakan untuk siaran pengajian dan
    kajian-kajian keislaman secara langsung.

    Di samping kemegahan bangunan dan keindahan arsitekturnya itu, di masjid
    ini juga terdapat Al qur`an raksasa tulisan tangan karya H. Hayatuddin,
    seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-qur`an dari
    Wonosobo, Jawa Tengah. Tak hanya itu, ada juga replika beduk raksasa
    yang dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang,
    Banyumas, Jawa Barat.


    *C. Lokasi*

    Masjid Agung Jawa Tengah terletak di jalan Gajah Raya, tepatnya di Desa
    Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Propinsi Jawa Tengah,
    Indonesia.


    *D. Akses*

    Masih dalam proses konfirmasi.


    *E. Harga Tiket*

    Untuk memasuki Masjid Agung Jawa Tengah, pengunjung tidak dipungut
    biaya. Namun, jika pengunjung ingin memasuki tempat-tempat tertentu
    seperti Menara Asmaul Husna, terdapat tarif sebesar Rp 3.000 per orang
    untuk jam kunjungan antara pukul 08.00?17.30 WIB. Dan apabila pengunjung
    datang pada jam 17.30?21.00 WIB tarif tersebut meningkat menjadi Rp
    4.000 per orang. Bagi pengunjung yang ingin menggunakan teropong yang
    terdapat di Menara Asmaul Husna itu, maka pengunjung harus mengeluarkan
    ongkos tambahan sebesar Rp 1.000 (September 2008).

    *F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya*

    Di area Masjid Agung Jawa Tengah terdapat berbagai macam fasilitas
    seperti internet gratis, auditorium, perpustakaan, ruang akad nikah,
    hotel, wisma penginapan, pemandu wisata, pasar tiban, menara pandang,
    museum kebudayaan Islam, dan /cafe/ muslim. Selain itu, terdapat juga
    berbagai macam sarana hiburan seperti air mancur, arena bermain
    anak-anak, dan kereta kelinci yang dapat mengantarkan pengunjung
    berputar mengelilingi kompleks masjid ini. Di samping itu, terdapat juga
    kios-kios cenderamata, buah-buahan, dan lain-lain.

    0 komentar:

    Posting Komentar